28 Oktober 2009

Menjadi Besar


Nonton berita malam ini, membosankan! Isinya itu-itu saja, pelantikan menteri-menteri baru, demo sampai berita persidangan mantan Ketua KPK_Antasari Azhar yang masih gitu-gitu aja.

Kasus mantan ketua KPK ini makin berkembang, entah siapa yang menfitnah siapa tapi kok rasanya makin terlihat rekayasa dari kasus ini ya..

Aku teringat dengan sebuah cerita mengenai pohon cemara dan bunga mawar. Konon di sebuah hutan terdapat pohon cemara dan bunga mawar.

Sang mawar dengan sombong menertawakan pohon cemara seraya berkata; "Meskipun anda tumbuh begitu tegap, tetapi anda tidak memiliki keharuman sehingga tidak dapat menarik kumbang dan lebah untuk mendekat." Pohon cemara diam saja. Bunga mawar di mana-mana menyiarkan dan menceritakan tampak buruk pohon cemara, sehingga membuat pohon cemara tersingkir dan menyendiri di tengah hutan.

Maka tibalah musim dingin dan mulailah turun salju yang lebat, sang bunga mawar yang sombong sangat sulit mempertahankan kehidupannya. Demikian pula dengan pohon dan bunga-bunga lainnya. Hanya ada satu yang masih tegak berdiri di tengah badai dingin yang menerpa bumi yaitu si pohon cemara. Di saat yang lain telah membeku dan mati hanya sang cemaralah yang tetap hidup.

Di tengah malam yang sunyi, salju berbincang- bincang dengan pohon cemara. Salju berkata; "Setiap tahun saya datang ke bumi ini, hanya kebekuan dan sunyi senyap yang menyelimuti bumi. Namun, kamulah satu-satunya yang dapat melewati ujian saya dan berdiri tegak hingga dapat menahan segala macam tekanan alam.

Sedih dan gembira, susah dan senang selalu datang silih berganti; hanya dengan keteguhan jiwa dan pikiran, maka kebahagiaan itu akan dapat kita raih. Seseorang yang kuat tidak dapat dijatuhkan oleh caci maki dan fitnah.

Ada ungkapan Timur : "Menengadah ke langit dan membuang ludah." dan "Menabur debu dengan angin yang berlawanan." Ini semua mengisahkan kebodohan-kebodohan yang dilakukan seseorang dan pada akhirnya mencelakakan dirinya sendiri. Dalam menghadapi fitnahan dan celaan, hendaknya seseorang berlapang dada bagaikan langit besar yang tak bertepi. Hal itulah yang membuat orang tersebut menjadi besar.

Bunga mawar hanya merasakan kepuasan dari kesombongan yang sekejap, tetapi pohon cemara dapat menghadapi, menerima dan menahan diri dengan tenang dan sabar.

Terlepas dari apa yang menjadi kebenaran dari kasus Antasari Azhar ini, apabila kita dapat menahan serangan, baik serangan yang bersifat tindakan, ucapan maupun pikiran; dan menjadikannya sesuatu yang sejuk dan hangat_itulah yang akan membuat kita menjadi besar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar