Pulang kantor .., malem lagi cape lagi. Iseng-iseng sebelum tidur gw nonton berita malem, yeah biar ga cupu-cupu amat. Beritanya kali ini tentang fatwa haram MUI. Merokok adalah haram bagi anak-anak dan wanita hamil. Duh, denger berita ini kayanya kok konyol banget yah...Kalo pun mau bikin fatwa haram yah sekalian ajah tetapkan bahwa ngerokok itu haram.Titik. Ga perlu pake batasan umur dan keadaan fisik. Kok ini para ulama Indonesia terkesan setengah hati mengeluarkan fatwa. Pokoknya gw jadi sebel dengan pemberitaan tadi. Sambil menggerutu gw matiin ajah tv, matiin lampu prepare to sleep..Astaghfirullah...gw belum Isya!! Aku malu...
Di suatu lembur, salah seorang Superiror gw membagikan pamflet salah seorang Caleg. Dari nama belakang Sang Caleg semua orang juga udah bisa nebak dia anak siapa. Gw baca profile sang Caleg, yang ternyata lama sekolah di luar negeri. Well, kalau dia lama di luar negeri gimana mungkin dia ngerti Indonesia?? Huh..menyebalkan!! Ditambah lagi dengan membonceng euphoria Obama Sang Pemimpin Muda, si Caleg ini mencoba mengusung kredo Yang Muda Yang Dipercaya...Halllahhh....like i believe you!! Enough, langsung ajah gw buang pamflet si Caleg. Di jalan pulang ke rumah gw berpikir...well terlepas apapun niatan si Caleg itu setidaknya dia sedang berusaha untuk membangun bangsa ini dengan program-program kerjanya yang nyata. Sedangkan aku hanya menjadi oposan sejati yang tidak melakukan apapun untuk bangsa ini. Aku malu...
Yap..hari Jumat hujan pula, it means macet. Belum lagi di tambah kelakuan para supir-supir bus yang berhenti seenaknya di bahu-bahu jalan. Huh gini nih mentalnya orang Indonesia seenaknya ajah berenti, seenaknya ajah nunggu penumpang, mental egois! Setelah satu jam negdumel ga jelas, akhirnya sampai juga di rumah tercinta. Selagi aku menunggu kembalian uang taxi, mobil di belakang terus-terusan mengklakson kami. Setelah gw turun dan taxi berlalu, si mobil itupun mendekat ke arah gw. Dengan sinis, laki-laki yang mengendarai mobil itu berkata "lain kali kalo berhenti kekiri dikit donk..jangan egois, jalanan bukan milik kamu sendiri!!" Gw cuma bisa diam. Aku malu...
...kadang kita begitu cepat mengomentari orang lain tapi begitu lambat untuk melihat kesalahan sendiri...
Di suatu lembur, salah seorang Superiror gw membagikan pamflet salah seorang Caleg. Dari nama belakang Sang Caleg semua orang juga udah bisa nebak dia anak siapa. Gw baca profile sang Caleg, yang ternyata lama sekolah di luar negeri. Well, kalau dia lama di luar negeri gimana mungkin dia ngerti Indonesia?? Huh..menyebalkan!! Ditambah lagi dengan membonceng euphoria Obama Sang Pemimpin Muda, si Caleg ini mencoba mengusung kredo Yang Muda Yang Dipercaya...Halllahhh....like i believe you!! Enough, langsung ajah gw buang pamflet si Caleg. Di jalan pulang ke rumah gw berpikir...well terlepas apapun niatan si Caleg itu setidaknya dia sedang berusaha untuk membangun bangsa ini dengan program-program kerjanya yang nyata. Sedangkan aku hanya menjadi oposan sejati yang tidak melakukan apapun untuk bangsa ini. Aku malu...
Yap..hari Jumat hujan pula, it means macet. Belum lagi di tambah kelakuan para supir-supir bus yang berhenti seenaknya di bahu-bahu jalan. Huh gini nih mentalnya orang Indonesia seenaknya ajah berenti, seenaknya ajah nunggu penumpang, mental egois! Setelah satu jam negdumel ga jelas, akhirnya sampai juga di rumah tercinta. Selagi aku menunggu kembalian uang taxi, mobil di belakang terus-terusan mengklakson kami. Setelah gw turun dan taxi berlalu, si mobil itupun mendekat ke arah gw. Dengan sinis, laki-laki yang mengendarai mobil itu berkata "lain kali kalo berhenti kekiri dikit donk..jangan egois, jalanan bukan milik kamu sendiri!!" Gw cuma bisa diam. Aku malu...
...kadang kita begitu cepat mengomentari orang lain tapi begitu lambat untuk melihat kesalahan sendiri...