23 Desember 2009

Teknologi Komunikasi

Masih ingat ga sih kapan terakhir kali kita bisa ngobrol panjang melalui telepon? Ngobrol ngalur ngidul, curhat panjang lebar sampai bisa nangis-nangis di telepon?

Well, jujur aku sendiri sudah lupa kapan terakhir kalinya bisa ngobrol panjang di telepon :)
Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, telepon rumah pun mulai tergantikan dengan hand phone (hp).

Di akhir tahun 90an hp sudah mulai umum dipergunakan, ngobrol panjang melalui telepon digantikan dengan sms. Judulnya saja sudah SMS, yang artinya Short Message Service, tapi kok ada yah yang kirim sms bisa sampai 3 halaman...

Then, di akhir 2007 mulai ramai-ramai soal Blackberry (BB). Well sebenarnya BB sendiri sudah mulai muncul di Indonesia di awal tahun 2000, namun di tahun 2008 lah demam BB mulai marak di sini.

Salah satu fitur yang paling favorit di BB adalah BBM (Blackberry Messenger), yang merupakan salah satu bentuk aplikasi instant messeging. Namanya saja sudah instant messeging, cepat dan ringkas. Tapi tetap saja BBM dijadikan ajang curhat :)

Belum lagi fasilitas Yahoo Messenger, Google Talk, AOL sampai AIM hampir semuanya jadi ajang curhat dan ngobrol panjang..., tapi pernah ga sih terpikir buat apa kita harus ketik panjang lebar hanya untuk ngobrol? Curhat, menyampaikan isi hati kita kepada orang yang kita cintai atau kita percaya harus dengan tulisan? Kenapa sih tidak langsung saja menelpon, berbicara langsung dan mendengarkan suara satu dengan yang lain pada saat yang sama? Bukankah ada emosi yang terajut lebih erat dari interaksi suara-suara yang saling bersambut?

Atau sebenarnya kita sudah mulai takut sebuah perasaan yang bernama EMOSI? Sehingga kita berusaha dengan sekuat tenaga untuk menyembunyikannya dibalik ketikan-ketikan instant messeging?

Sejujurnya aku adalah salah satu dari orang-orang yang berusaha menyembunyikan perasaan itu, tidak pandai berbicara mengungkapkan isi hati. Sehari-hari cuma menyampaikan berita kepada suami tercinta melalui BBM :) Mungkin sebaiknya aku mulai berhenti menulis artikel ini dan mulai menghampiri dia..

Mulai berbicara dan menyampaikan secara langsung.. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar